Tuesday, December 23, 2014

Songs with Christmas-y Feel

Lagu jenis begini, walau tentang cinta-cintaan atau apalah, selalu bikin saya ngerasa Christmas-y banget dari dulu.
Kenal lagu ini dari blog mbak Leija. Viklipnya manitz beuddd...
Been hearing this and smilin' while baking some Xmas cookies :)



Saturday, December 13, 2014

Footprints in The Sand - Leona Lewis

I always love Footprints in The Sand. I love the song also.
When I saw this show, I loved it immediately. But what made me cried instantly was the moment it showed in minutes 03:00.

Attraction Semi Final [HD] - Britain's Got Talent 2013




Friday, December 12, 2014

Belanja Online

Sebagai manusia konservatif (alias kuno), belanja online agak menakutkan buat saya. Belum lagi saya anak yang dari kecil disinyalir susah percaya sama orang. Belanja online, jelas, bukan sesuatu yang terlalu menarik untuk saya karena sulit melakukan transaksi dengan seseorang/suatu perusahaan yang saya tidak bisa 'kejar' di dunia offline.

Ketakutan saya ini tidak berarti saya tidak suka melihat-lihat barang jualan yang marak berseliweran di internet. Nah...selain untuk sekedar melihat, saya sering terheran-heran menemukan apa yang dijual di internet. Bahkan toko online sekelas Amazone sering menjual sesuatu yang membuat saya terkekeh-kekeh dan saya jadikan topik seru untuk dibahas saat makan siang dengan rekan kantor atau teman.

Saturday, December 6, 2014

Lupa

Tadi iseng nyari resep dan seperti biasa kalo lagi main internet, entah gimana jadinya nemu satu blog baru yang aku suka. Salah satu posting disana bikin nyengir karena saya sendiri juga sama. Pelupa.

Sahabat yang juga saudara sepupu saya, sudah hapal kelemahan saya yang satu ini. Dulu, sewaktu saya pulang kampung libur kuliah dan ketemu orang-orang dari gereja, teman yang dulu satu sekolah atau persekutuan atau apa, dia yang sigap menutupi kalau dia lihat muka saya blank disapa orang. Hahaha...sayang kami tidak satu kuliah dan tempat kerja. Jadi saya gak punya reminder pribadi kalau yang saya temui orang-orang dari masa saya setelah SMU.
Parahnya, orang yang dulu pernah lumayan berarti, bisa tidak saya ingat sama sekali. Misal aja gebetan atau musuh atau saingan. Kalau kenangannya gak enak, untung ya bisa lupa, hehehe.

Saturday, November 15, 2014

That's Life

One of the version of this song that I love, love, love..



"That's Life" 

*Smash version


That's life, that's what people say.
You're riding high in April,
Shot down in May
But I know I'm gonna change that tune,
When I'm back, back on top in June.

That's life, funny as it may seem
Some people get their kicks,
Steppin' on a dream (Ivy)
But I just can't let them get me down, oh no..
'Cause this big ol' world keeps spinning around

I've been a puppet, a pauper, a pirate,
A poet, a pawn and a queen.
I've been up and down and over and out
oh, the drama I've seen:
Each time I find myself, flat on my face,
I pick myself up and get back in the race.

That's life
I can't deny it,
I thought of quitting,
But my friends just won't buy it.
And if I thought it wasn't worth the try,
I just jump right on a big bird and then I'd fly

I've been a puppet, a pauper, a pirate,
A poet, a pawn and a queen.
I've been up and down and over and out
oh the trouble we've seen:
Each time we find ourself flat on our face,
we pick ourself up and get back in the race

That's life
That's life, I can't deny it
I thought of quitting
But Eileen just won't buy it
So sister, brother, Broadway star, or wife..(sure)
I just thank God for the present, the present..
That's life, that's life...That's life, that's life

Thursday, November 6, 2014

Hipster...

Apa pun artinya itu..
Jadi nyoba tanya Google, hasil pertama begini:
hip·ster1
ˈhipstər/
noun
informal
noun: hipster; plural noun: hipsters
  1. a person who follows the latest trends and fashions, especially those regarded as being outside the cultural mainstream.
Highlight: follows the latest trends - outside the cultural mainstream.
Ngikutin tren tapi bukan yang mainstream.
Aku bingung.
Setauku namanya tren karena ya banyak yang mengikuti. Seperti apa yang namanya tren tapi gak mainstream?
Pengalaman kerja di industri kosmetik yang mewah ternyata gak menolong buat mengerti, haha.

Lalu liat lagi definisi berikut yang sebenernya malah bergerak lain sama sekali dari penjelasan yang pertama:
Hipsters are a subculture of men and women typically in their 20's and 30's that value independent thinking, counter-culture, progressive politics, an appreciation of art and indie-rock, creativity, intelligence, and witty banter.
 Lalu dari Wikipedia yang nampaknya paling pas ya neranginnya:

The term in its current usage first appeared in the 1990s and became particularly prominent in the 2010s,[9] being derived from the term used to describe earlier movements in the 1940s.[10] Members of the subculture do not self-identify as hipsters, and the word hipster is often used as a pejorative to describe someone who is pretentious,[11] overly trendy or effete.[7][12] Some analysts contend that the notion of the contemporary hipster is actually a myth created by marketing.[13]
Nah di kehidupan maya dan nyata, sekilas mengamati, orang yang menyatakan dirinya hipster nampak berusaha tidak seperti orang lain. Lalu malah berakhir jadi seperti kebanyakan orang karena..yah well, hipster lagi tren, hahaha.
Justru orang-orang yang witty, different (orang-orang yang saya lihat paling pantas digolongkan sebagai hipster) jarang menyatakan dirinya hipster. Bahkan geli melihat orang yang menyatakan dirinya sendiri hipster. 
Oh what am I blabbing.
Postingan ini muncul karena baca beberapa blog dan web dan ask.fm dan twit orang-orang yang bikin aku kagum. Pemikiran mereka bukan sesuatu yang tidak terlintas di benak saya sendiri namun, mereka cerdas sekali merangkai kata dan menjelaskan. Selalu menyenangkan mengikuti sepak terjang mereka. *brb browsing lagi

Wednesday, November 5, 2014

A Walk Down Memory Lane (2)

Masih terkait dengan diari dan surat-surat jaman baheula yang kuceritain kutemuin di sini.
Aku rada fokus baca ke surat-surat sahabatku yang paling tinggi frekuensi menulisnya. Oh dan surat-surat dari para lelaki yang nampaknya menaruh hati...but more on that later *nyengir

Seperti niatku kemarin di postingan soal ini, aku lalu mulai nulis email ke salah satu sahabatku. Bahas masa lalu.
Responsnya cepet, dia reply. Demikian beberapa kali sampai kami terhenti karena dunia juga bukan buat nostalgia saja, hehehe.
Kegiatan ini membuatku terkenang pada beberapa orang yang kemudian mendorongku untuk membuat akun pesbuk. Apalagi kalau bukan supaya bisa mencari dan mengirim pesan pada orang-orang yang sudah lama hilang kontak. Aku sudah beberapa tahun tidak punya pesbuk. Banyak alasan sih kenapa, mungkin terutama karena gerah ruang pribadi jadi terbatas. Tau sendiri kan, sungkan loh rasanya menolak permintaan teman dari orang yang sebenarnya tidak terlalu kita suka. Lebih mudah deactivate sekalian.
Nah, karena banyak orang yang sempat jadi bagian penting dari hidupku ini hadir waktu handphone masih langka dan socmed belum ditemukan, pesbuk adalah tempat baik untuk melacak mereka kembali. Terutama jika mereka sudah tidak tinggal di Indonesia lagi. Orang yang berjasa cukup besar di masa mahasiswaku yang penuh drama.
Mengenang dan mengingat masa lalu, tersadar kalau banyak lho ternyata yang dulu adalah orang penting sekali, sekarang jadi nobody buatku. Padahal mereka banyak berjasa. Aku gak bakal jadi seorang yang kayak sekarang tanpa mereka. Life happens.
Tapi seharusnya tidak demikian ya? Sedih rasanya berpikir kalau sesuatu yang baik dan berarti, selesai begitu aja.

“When people walk away from you, let them go. Your destiny is never tied to anyone who leaves you, and it doesn't mean they are bad people. It just means that their part in your story is over.”


Tony McCollum
Baca ini pengen gak setuju. Yes, we grew apart. Doesn't mean we can't rekindled our relationship. Specially in this era where connect with each other via internet is super duper easy. 
Tapi kemudian memang ada kenangan yang lebih indah waktu dikenang.
Kalau dihidupkan kembali malah bikin jadi kecewa.
Manusia berubah. Suka atau tidak.
Mungkin itulah mengapa, ada orang yang tetap jadi bagian hidup kita, dan ada yang pelan-pelan outgrow from our life.
Jadi...milih kali ya, mana yang dicari dan mana yang nggak. Atau ekspektasinya direndahin supaya gak kecewa :) Atau kalau gak ingin 'ngotorin' kenangan, well...biarin aja berenti jadi kenangan kali ya?